<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>trikora</title>
	<atom:link href="http://trikora.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://trikora.blogdetik.com</link>
	<description>Memberi manfaat bagi umat manusia</description>
	<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 21:21:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tak Seperti Lebaran Tahun Lalu</title>
		<link>http://trikora.blogdetik.com/2008/09/30/tak-seperti-lebaran-tahun-lalu/</link>
		<comments>http://trikora.blogdetik.com/2008/09/30/tak-seperti-lebaran-tahun-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 12:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trikora</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Koq bisa...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trikora.blogdetik.com/2008/09/30/tak-seperti-lebaran-tahun-lalu/</guid>
		<description><![CDATA[Tak seperti tahun-tahun lalu, lebaran tahun ini aku tak pulang. Tahun ini pula untuk pertama kalinya kurayakan Idul Fitri jauh di tanah Afrika. Jauh dari keluarga. Jauh-jauh hari pula aku sudah mempersiapkan diri untuk ini, untuk tidak merasakan hangatnya berkumpul bersama keluarga, untuk tidak menikmati kerabu toge, sajian rutin keluarga saat berbuka puasa, untuk tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment-->Tak seperti tahun-tahun lalu, lebaran tahun ini aku tak pulang. Tahun ini pula untuk pertama kalinya kurayakan Idul Fitri jauh di tanah Afrika. Jauh dari keluarga. Jauh-jauh hari pula aku sudah mempersiapkan diri untuk ini, untuk tidak merasakan hangatnya berkumpul bersama keluarga, untuk tidak menikmati kerabu toge, sajian rutin keluarga saat berbuka puasa, untuk tidak merasakan lontong gulai ayam yang biasanya disajikan setiap 1 Syawal oleh mak ku, untuk tidak merasakan kumpul-kumpul bersama teman-teman di kampung halaman, handai taulan dan ke-5 saudaraku yang semuanya tinggal terpisah di luar kota.</p>
<p>Idul Fitri di sini dirayakan hari ini, 30 September, satu hari lebih dulu dari pengumuman Pemerintah Indonesia. Tapi tak apa, sudah biasa. Yang tak biasa adalah suasananya. Malam idul fitri di sini tak seheboh di Indonesia. Tak terdengar takbir berkumandang bersahutan meskipun dari corong-corong mesjid. Tapi tak mengapa, aku dan teman-teman tetap senang karena Ramadhan berhasil dilalui meskipun sambil bekerja di penghujung musim panas. Sayangnya malam ini sebagian teman-teman yang lain terpaksa harus kerja di pelabuhan, karena mendadak ada kapal masuk dan harus dibongkar.</p>
<p>Biar lebaran besok jadi indah, malam ini, dengan bekal kekompakan, kami coba buat makanan khas lebaran, lontong gulai ayam (sungguh kebetulan yang indah buatku <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Tapi apa daya, 2 kali lontong dimasak, 2 kali gagal. Santan kaleng yang dipesan juga tak berhasil didapat, seolah-olah hilang dari seluruh penjuru kota. Yaah, besok pagi makan indomie telor lagi, hiks. O iya, Indomie adalah salah satu produk Indonesia yang sangat banyak membantu kami di sini, meskipun nemuinnya rada susah.</p>
<p>1 Syawal pagi…</p>
<p>Kami bersama-sama berangkat ke mesjid dekat rumah buat solat Ied, termasuk teman-teman yang baru pulang pagi dari pelabuhan. Sholat tidak dilakukan di lapangan, katanya sih, dari dulu emang begitu (mungkin karena negara ini adalah daerah padang pasir dan berangin). Sesampai di mesjid aku terkaget-kaget karena ternyata takbirannya ga sama dengan yang sepanjang hidup pernah kudengar. Tapi yang hebat, para jamaah tidak bermalas-malasan mengumandangkan takbir, semua bersemangat meskipun tidak ada pemandu takbir dengan mic-nya (beda banget sama di Indonesia <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> ). Ketika khatib naik mimbar pun, semuanya meneriakkan Allahu Akbar dengan lantang mengikuti khatib yang hampir sepanjang khutbah melafazkannya.</p>
<p>Selesai khutbah, tidak ada yang buru-buru pulang (semua jamaahnya laki-laki). Bahkan para jamaah yang berada di luar masjid dari yang dewasa sampai anak-anak masuk ke dalam masjid buat bersalam-salaman dan berpelukan sambil mengucapkan doa kebaikan. Sungguh suasana yang sangat akrab dan mengharukan. Seolah-olah semuanya adalah satu keluarga.</p>
<p>Meskipun dengan suasana yang sangat asing, aku merasa Idul Fitri kali ini sangat bermakna. Lebaran jauh dari keluarga terbalaskan dengan pengalaman baru penuh hikmah. Sayang aku tak dapat menceritakan semuanya. Semoga Allah di Idul Fitri tahun ini merahmati kita semua di manapun berada, dan menerima ibadah Ramadhan kita di singgasana-Nya yang agung.</p>
<p>Met Idul Fitri 1429 H, Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.<!--EndFragment--></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trikora.blogdetik.com/2008/09/30/tak-seperti-lebaran-tahun-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pernah Ngirim Surat?</title>
		<link>http://trikora.blogdetik.com/2008/09/27/pernah-ngirim-surat/</link>
		<comments>http://trikora.blogdetik.com/2008/09/27/pernah-ngirim-surat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 21:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trikora</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Koq bisa...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trikora.blogdetik.com/2008/09/27/pernah-ngirim-surat/</guid>
		<description><![CDATA[
Pasti pernah ya. Apalagi yang kerja di perusahaan-perusahaan ato instansi-instansi pemerintah. Mungkin hampir setiap hari buat surat, terus dikirim via fax ato e-mail, ato via Pos buat yang ngirim dokumen. Tapi bukan surat itu yang gw maksud. Maksud gw adalah surat tidak resmi yang ditujukan untuk kenalan-kenalan kita. Ortu, teman, saudara dan handai taulan. Nah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment-->
<p>Pasti pernah ya. Apalagi yang kerja di perusahaan-perusahaan ato instansi-instansi pemerintah. Mungkin hampir setiap hari buat surat, terus dikirim via fax ato e-mail, ato via Pos buat yang ngirim dokumen. Tapi bukan surat itu yang gw maksud. Maksud gw adalah surat tidak resmi yang ditujukan untuk kenalan-kenalan kita. Ortu, teman, saudara dan handai taulan. Nah, kalo surat yang beginian, gw yakin belum tentu semua orang pernah.</p>
<p>Teknologi telah merubah semuanya. Apalagi sejak munculnya handphone dan booming hingga sekarang, dan sejak internet tidak lagi jadi barang baru. Menulis surat cukup dengan SMS ato e-mail. Semuanya serba praktis dan dijamin nyampe ASAP. Lebih keren lagi, kita bisa ngobrol lewat berbagai aplikasi chating. Setiap tulisan, bisa langsung dibalas, dengan biaya yang relatif murah. Bahkan kalo mau bisa cam to cam. Hebat. <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gw mo berbagi cerita soal surat. Dulu, gw sering banget ngirim surat, terutama ke ortu. Maklum, sejak tamat SD hingga sekarang, efektif hanya 1 tahun gw bersama ortu. Selebihnya gw berada jauh dari mereka, entah buat belajar ato bekerja. Surat jadi media utama komunikasi karena blom jaman handphone. Meskipun masih bisa nelpon lewat wartel, itupun sekali-sekali, maklum anak kos, harus jaga budget. <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menulis surat itu gampang-gampang susah, sama kaya nulis blog <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> . Menulis surat juga banyak serunya. Kadang kita justru lebih mudah menyampaikan sesuatu ke orang lain lewat surat ketimbang ngomong langsung. Semuanya bisa dijelaskan panjang lebar dengan kalimat yang indah. Namun terkadang surat juga bikin jengkel, soalnya kadang nyampenya bisa 2 minggu. Surat juga bikin kita rajin nungguin pak pos datang, soalnya dah ga sabaran nunggu balasan <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Dulu, gw bisa hapal berapa banyak perangko yang dibutuhkan untuk ngirim surat ke suatu kota plus lama waktu nyampenya. Tapi sekarang, liat perangko pun hampir ga pernah.</p>
<p>Jadi, pengen nyoba ngirim surat?</p>
<p>&#8212;&#8212;</p>
<p>Berhubung teman gw ga pulang ke Indonesia pas lebaran nanti, istrinya minta sesuatu sebagai ganti. Sepucuk surat. Aneh. Padahal hampir tiap hari telpon-telponan, kadang-kadang cam to cam lewat YM. Surat itu nantinya akan dititip lewat teman yang kebetulan pulang lebaran. Buat apa surat? Entahlah. Mungkin sehelai surat dengan tulisan tangan orang terkasih lebih ampuh sebagai pengobat rindu. <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><!--EndFragment--></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trikora.blogdetik.com/2008/09/27/pernah-ngirim-surat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Laut Tengah</title>
		<link>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/29/laut-tengah/</link>
		<comments>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/29/laut-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 20:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trikora</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Obrolan Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trikora.blogdetik.com/2008/08/29/laut-tengah/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti biasa, hari libur kali ini kita ke pantai. Biasanya kita lebih sering mengisi hari libur yang cuma 1 hari ini buat istirahat dan olah raga di rumah. Selain kelelahan setelah 6 hari bekerja, tapi juga karena sholat Jumat di mesjid dekat rumah membuat kita bisa saling sapa dengan penduduk sekitar. Biar tetap gaul, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak seperti biasa, hari libur kali ini kita ke pantai. Biasanya kita lebih sering mengisi hari libur yang cuma 1 hari ini buat istirahat dan olah raga di rumah. Selain kelelahan setelah 6 hari bekerja, tapi juga karena sholat Jumat di mesjid dekat rumah membuat kita bisa saling sapa dengan penduduk sekitar. Biar tetap gaul, soalnya jarang ketemu. <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebenarnya pantai bukanlah hal yang aneh. Di Indonesia banyak banget, dengan berbagai kisah tersimpan di dalamnya. Sama dengan pantai ini. Pinggiran Laut Mediterania (Mediterranean Sea) atau biasa kita sebut dengan Laut Tengah ini juga menyimpan banyak kisah. Posisinya unik banget, berada di tengah-tengah 3 benua. Sebelah utaranya Eropa, sebelah selatannya Afrika, sebelah timurnya Asia. Sebelah baratnya terhubung langsung dengan Samudera Atlantik melalui sebuah selat yang lebarnya hanya sekitar 14 km saja. Namanya Selat Gibraltar.</p>
<p><a href="http://trikora.blogdetik.com/files/2008/08/picture-4.png" title="Mediterranean Sea"><img src="http://trikora.blogdetik.com/files/2008/08/picture-4.thumbnail.png" alt="Mediterranean Sea" /></a></p>
<p>Tercatat ada sekitar 24 negara yang berbatasan langsung dengan laut ini, dan negeri Qaddafi ini memiliki garis pantai terpanjang. Ini pula yang menyebabkan laut ini memiliki peranan penting terhadap kegiatan perekonomian dan lalu lintas perdagangan. Di masa lalu, laut yang dalam bahasa arabnya Albahr Almutawassith ini juga menjadi sarana pertukaran budaya antara orang Mesir, Yunani, Romawi dan Timur Tengah.</p>
<p>Dah ah, kembali ke cerita semula <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Di pantai. Berbekal makanan yang banyak dan minuman yang berlimpah (maklum kita lebih 30 orang, hehe&#8230;) yang kita beli sebelumnya, plus seekor kambing, liburan pun dimulai. O iya, di sini, dipisahkan antara pantai untuk laki-laki dan keluarga (Tau kenapa?)</p>
<p>Satu-satu teman-teman mulai turun ke air, main bola. Gw? Sebagai orang yang cinta keindahan lebih memilih menikmati indahnya laut ciptaan Allah ini (padahal lagi males, hehe..) dengan duduk2 nyantai di bawah pondok beratapkan pelepah kurma kering. Ngobrol ketawa ketiwi nyicil cemilan yang terhidang sambil menikmati aroma daging kambing yang lagi dibakar teman2 yang lain. Pantai memang jadi penyejuk untuk negara yang lebih dari 90% daerahnya terdiri dari padang pasir ini.</p>
<p>&#8220;Wooi&#8230; turun donk,&#8221; teriak teman2 manggil nama gw (Biasalah, para penggemar. Hihihi&#8230;).</p>
<p>&#8220;Entarlah, masih panas!&#8221; gw berkilah. Maklum, musim panas belum berakhir.</p>
<p>Tanpa kusadari, telah terjadi persekongkolan jahat. Berpura2 mo moto gw, beberapa teman mulai mendekat. Tiba-tiba beberapa pasang tangan sudah megangin tangan dan kaki gw. Gw coba berontak, hampir berhasil, tapi tangan orang-orang Arab ini lebih kuat. Gw diseret, diangkat, digotong ke air&#8230;. dilempar! Akhirnya basah juga.</p>
<p>Mau kesal ga bisa, wong teman2 sendiri. Tinggallah gerutuanku tenggelam dalam gemuruh tawa teman-teman menyambut langkah kakiku keluar dari Laut Mediterania.</p>
<p><img src="http://trikora.blogdetik.com/files/2008/08/lempar-1.thumbnail.JPG" alt="lempar-1.JPG" /> <img src="http://trikora.blogdetik.com/files/2008/08/lempar-2.thumbnail.JPG" alt="lempar-2.JPG" /> <img src="http://trikora.blogdetik.com/files/2008/08/lempar-3.thumbnail.JPG" alt="lempar-3.JPG" /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/29/laut-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Jodoh</title>
		<link>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/26/mencari-jodoh/</link>
		<comments>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/26/mencari-jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 08:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trikora</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Obrolan Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trikora.blogdetik.com/2008/08/26/mencari-jodoh/</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, seorang pemuda bertemu seorang temannya. Dia bercerita tentang keinginannya untuk segera menikah, namun sampai sekarang belum menemukan pendamping yang dia inginkan. Diapun memulai ceritanya.
&#8220;Gadis pertama yang gw kenal telah gw putusin. Karena setelah beberapa waktu jalan bersama, gw menemukan bahwa gadis ini mempunyai beberapa kekurangan.&#8221;
Si teman manggut-manggut.
Si pemuda melanjutkan ceritanya.
&#8220;Tak lama setelah itu gw [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, seorang pemuda bertemu seorang temannya. Dia bercerita tentang keinginannya untuk segera menikah, namun sampai sekarang belum menemukan pendamping yang dia inginkan. Diapun memulai ceritanya.</p>
<p>&#8220;Gadis pertama yang gw kenal telah gw putusin. Karena setelah beberapa waktu jalan bersama, gw menemukan bahwa gadis ini mempunyai beberapa kekurangan.&#8221;</p>
<p>Si teman manggut-manggut.</p>
<p>Si pemuda melanjutkan ceritanya.</p>
<p>&#8220;Tak lama setelah itu gw bertemu gadis kedua. Gw berharap inilah gadis yang akan jadi pendamping gw, karena kekurangan pada gadis pertama, tak ada padanya. Sayangnya setelah hampir memutuskan untuk meminangnya, gw menemukan kekurangan lain pada dirinya. Akhirnya gw putusin juga gadis ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nah, beberapa waktu yang lalu gw bertemu gadis ketiga. Menurut gw, dia itu&#8230;. sempurna! Gw merasa dia telah memenuhi kriteria-kriteria gw.&#8221;</p>
<p>Si teman bertanya, &#8220;Jadi kamu meminangnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya&#8221;, jawab si pemuda. &#8220;Tapi dia menolaknya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221; tanya si teman.</p>
<p>&#8220;Ternyata dia juga mencari lelaki yang sempurna&#8221;.</p>
<p> </p>
<p>Hiks&#8230; </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/26/mencari-jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Filipino*)  (Bag. 1)</title>
		<link>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/24/filipino-bag-1/</link>
		<comments>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/24/filipino-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 13:41:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trikora</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Obrolan Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trikora.blogdetik.com/2008/08/24/filipino-bag-1/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa dalam perjalanan ke kantor, mobil yang membawaku memasuki halaman rumah bercat cokelat muda, warna paling umum untuk bangunan-bangunan di kota ini. Setelah berhenti sesaat, seorang gadis muda membuka pintu mobil sebelah kanan.
Sambil masuk dia berujar, &#8220;Pagi.&#8221;
Kujawab, &#8220;Magandang Umaga**)&#8221;.
&#8220;Appa kabaar?&#8221; Ucapnya lagi&#8221;
Mabuti***)&#8221;, jawabku sambil tersenyum.
Namanya Jenny, teman sekerjaku. Dia bukan orang Indonesia lho, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa dalam perjalanan ke kantor, mobil yang membawaku memasuki halaman rumah bercat cokelat muda, warna paling umum untuk bangunan-bangunan di kota ini. Setelah berhenti sesaat, seorang gadis muda membuka pintu mobil sebelah kanan.</p>
<p>Sambil masuk dia berujar, &#8220;Pagi.&#8221;</p>
<p>Kujawab, &#8220;Magandang Umaga**)&#8221;.</p>
<p>&#8220;Appa kabaar?&#8221; Ucapnya lagi&#8221;</p>
<p>Mabuti***)&#8221;, jawabku sambil tersenyum.</p>
<p>Namanya Jenny, teman sekerjaku. Dia bukan orang Indonesia lho, tapi Filipino. Gadis asal Tanza, Cavite, Philippines ini adalah satu dari sekian banyak Filipino di negara ini.</p>
<p>Filipino memang fenomenal, mereka mungkin ada hampir di seluruh belahan bumi. Mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Australia, Timur Tengah, sampai Afrika. Lah, mereka ngapain? Jawabnya: Kerja.</p>
<p>Tenaga kerja asal negeri Gloria Macapagal Arroyo ini memang terkenal rajin dan ulet sehingga banyak diminati pasar tenaga kerja dunia. Kalo di Indonesia mungkin kaya orang Jawa kali ya.. <img src='http://trikora.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sehingga wajar, kalo Tagalog, bahasa resmi mereka, ikut-ikutan nge-trend. Di negeri Paman Sam aja, berdasarkan sensus tahun 1990 &amp; 2000, Tagalog menjadi bahasa kedua Asia terbanyak digunakan di USA (setelah bahasa China), dan bahasa Non-English keenam terbanyak di gunakan di Benua Amerika. Ck ck ck&#8230;</p>
<p>Nah, berhubung wajah orang Indonesia dan Philippines gak beda-beda amat, gak heran kalo pas gue ketemu orang lokal, di kantor, ato di bank, ato di pasar, ato di toko, mereka selalu bilang&#8230;.</p>
<p>&#8220;Are You Filipino?&#8221;  :)</p>
<p> &#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>*) Sebutan untuk orang Philippines</p>
<p>**) Tagalog; Selamat pagi</p>
<p>***) Tagalog; Baik </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/24/filipino-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blog&#8230;</title>
		<link>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/22/blog/</link>
		<comments>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/22/blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 00:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trikora</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Koq bisa...]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trikora.blogdetik.com/2008/08/22/blog/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
 Alhamdulillah, ini blog pertama gw, gak nyangka bisa punya. Awalnya ga tau, sekarang malah punya. Hehe..  Terima kasih buat Lies  Surya, teman dari dunia maya, yang telah memperkenalkannya buat gw. God bless you&#8230;
Semoga blog ini bermanfaat buat gw berbagi kisah, ide dan pemikiran, semoga bisa memberi manfaat buat yang baca. Kalo ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Bismillah..</p>
<p align="justify"> Alhamdulillah, ini blog pertama gw, gak nyangka bisa punya. Awalnya ga tau, sekarang malah punya. Hehe..  Terima kasih buat <a href="http://easy.blogdetik.com">Lies  Surya</a>, teman dari dunia maya, yang telah memperkenalkannya buat gw. God bless you&#8230;</p>
<p align="justify">Semoga blog ini bermanfaat buat gw berbagi kisah, ide dan pemikiran, semoga bisa memberi manfaat buat yang baca. Kalo ada yang senang dengan tulisan gw, syukur&#8230;. kalo ada yang ga senang&#8230; syukurin&#8230; hehe&#8230; Maklum, gw ga terlalu bisa nulis. (Ini aja tulisan pertama bikinnya lama banget, hehe..). Bagi yang mo ngajarin, gw terima kasih banget.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trikora.blogdetik.com/2008/08/22/blog/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.419 seconds -->

